Revolusi Spiritual

Banyak dari para pemikir menemukan suatu ide untuk menciptakan perbaikan kondisi yang ada melalui analisis keadaan. Ketika “kesimpulan” sudah didapat, kaki mulai harus dilangkahkan sebagai bentuk nyata dari usaha mewujudkan gagasan yang lebih dulu tercipta di dunia mental.

Revolusi Spiritual

revolusi spiritual
pinterest.com

Perubahan adalah bagian dari siklus kehidupan. Jika kehidupan memberi cerita, maka cerita – cerita itu didapat dari perubahan – perubahan yang terjadi. Perubahan ada waktunya, dan merupakan kodrat dari kehidupan.

Ide untuk revolusi spiritual sudah menjadi kodrat. Banyak jiwa yang memiliki ide ini, dan terus menyebar ke jiwa – jiwa yang lain.

Revolusi spiritual adalah revolusi yang berkaitan dengan kesadaran. Ketika bicara tentang kesadaran, tentu hal itu juga berkaiatan erat dengan amal atau perbuatan.

Apa itu revolusi spiritual?

Secara sederhana revolusi spiritual memiliki dua makna. Yang keduanya saling berkaitan dan harus dipahami dengan bijak, agar gagasan revolusi spiritual tepat penggunaannya.

1. Revolusi spiritual bermakna sebuah perbaikan pada hal – hal yang berkaitan dengan spiritual itu sendiri

Mulai dari pandangan, ilmu, kegunaan, yang pada intinya perbaikan pada sikap kita pada spiritual.

Anggapan umum bahwa spiritual diperuntukkan bagi generasi tua, karena biasanya sudah tidak banyak tanggung jawab pada kebutuhan materi. Sedangkan untuk anak muda “nanti dulu”. Masih banyak yang harus dilakukan, sehingga “belum sempat” untuk serius belajar spiritual.

Diakui atau tidak salah satu alasan kuat untuk memulai serius belajar spiritual adalah materi. Sebelum materi “cukup” masih belum waktunya untuk belajar spiritual, seolah ada pandangan yang menyamakan antara spiritual dengan akhirat. Anggapan itulah salah satu yang musti di revolusi.

2. evolusi spiritual bermakna perbaikan kondisi yang didasarkan pada tatanan spiritual

Spiritual menjadi dasar melakukan revolusi. Untuk dapat melakukan hal itu tentu dimulai dari penyadaran diri.

Kesadaran bahwa aku adalah tubuh fisik harus segera digantikan dengan kesadaran baru, bahwa aku adalah jiwa. Jiwa yang memiliki tubuh fisik.

Revolusi spiritual belajar untuk mengembalikan tata kelola kehidupan sesuai dengan sistem “alam”. Sistem yang dapat di pahami oleh sang jiwa.

Untuk itu salah satu langkah awal yang musti dilakukan adalah belajar membuat tulisan – tulisan yang dapat menambah kesadaran bagi sang jiwa.

Dalam belajar apapun prinsipnya tetap sama, bersikaplah terbuka namun kritis. Jangan langsung menolak pandangan – pandangan baru. Juga jangan “mudah” menerima pandangan yang disuguhkan. Analisis pandangan – pandangan baru itu dengan bekal ilmu yang anda miliki.

Sekali lagi sadari bahwa anda adalah jiwa. Dan mulai belajarlah bersikap sebagai jiwa. Atma Namaste…