BUKANKAH SEMUA HARI ITU BAIK?

Ilustrasi: Backpacker Guide NZ 

Manusia diberikan akal untuk berfikir. Dari kejadian yang “dialami” Manusia akan terangsang untuk berfikir. Meskipun demikian sistem tubuh Manusia tidaklah sama. Ada yang bertipe pemikir kuat, sedang, ringan, bahkan ada Manusia tidak suka berfikir. Semua sesuai sistem tubuh masing – masing yang didapat dari waktu lahirnya.

Saat bicara tentang waktu nikah yang cocok, ada pandangan, pendapat, ataupun keyakinan orang bahwa, “bukankah semua hari itu baik untuk menikah?, Kalau tidak baik kenapa hari itu diciptakan?”
Hem.. setiap hari memanglah baik adanya, tapi untuk apa dan siapa kebaikan hari itu musti dipahami. Jika soal pernikahan, musti tahu apa itu pernikahan dan siapa yang menikah. 
Jika sudah tahu apa dan siapa, baru kita bisa memahami kenapa ada hari baik/cocok dan tidak untuk menikah. Namun orang bijak tidak akan memaksakan keyakinannya, meskipun keyakinan itu sebuah kebenaran. 
Sebab bagi orang – orang bijak setiap diri memiliki kapasitas masing – masing dalam mewadahi ilmu Tuhan, dan semua ada waktunya. Mereka tidak memaksa dan membiarkan waktu yang membuktikan.
Hidup adalah proses belajar, dengan menjalani skenario Tuhan kita diajari untuk berfikir dan terus mengembangkan kesadaran. Mari terus belajar mengenali diri dan berkarya. Atma Namaste..

Leave a Comment