PILGUB JATIM 2018

Gambar: wikiwand.com

Manusia terlahir dari seorang ibu. Dimana setiap diri memiliki keterikatan dengan diri yang lain. Dari ikatan – ikatan yang terus berkembang, kemudian melahirkan sebuah perkumpulan. Dalam perkumpulan itu Manusia menjadi makhluk sosial.

Karena hidup bersama maka mutlak Manusia musti membuat aturan guna menciptakan keteraturan. Dari aturan – aturan yang dibuat itu melahirkan adanya struktur kepemimpinan. Dalam hal ini kepemimpinan adalah hal yang mutlak dalam kehidupan bersama.

Ada yang menarik melihat agenda pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018. Dimana ada 2 pasang calon yang akan bertarung, yaitu Khofifah Indar Parawansa dengan Emil Elistianto Dardak melawan Syaifullah Yusuf dengan wakilnya Puti Guntur Soekarno Putra.

Jawa adalah pemegang segel cakra Jantung Bumi yang berelemen api. Hal itu menjadikan orang – orang Jawa memiliki welas – asih, kreatifitas, serta “gengsi” yang tinggi. Cakra Jantung ibarat Matahari, begitulah karakter khusus orang – orang Jawa.

Jawa dibagi menjadi 3, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Dari satu sisi Jawa Barat adalah kombinasi dari cakra Jantung dengan cakra Dasar (pon). Jawa Tengah adalah kombinasi dari cakra Jantung dengan cakra Mahkota (kliwon). Dan Jawa Timur adalah kombinasi dari cakra Jantung dengan cakra Seks (legi).

Dari hal diatas menjadikan Jawa Barat dominan dengan kekuatan fisik dan material, Jawa tengah dominan dengan spiritual, serta Jawa Timur dominan dengan ilmu dan daya dobrak. Pahamilah dengan bijak.

Ibu Khofifah lahir di Surabaya pada 19 mei 1965 dengan elemen Ayam air. Sedangkan Gus Ipul lahir di Pasuruan pada 28 agustus 1964 dengan elemen Ayam tanah.

Gambar diambil dari Hitungbazi.com

Ini adalah pertarungan antara ayam/pemimpin dengan ilmu (air), melawan Ayam/pemimpin dengan spiritual (tanah). Khofifah adalah sosok yang santun dengan tipe pemikir dan pengendali yang baik. Sedangkan Gus Ipul adalah sosok yang gemar berkarya dan spiritualis. Gus Ipul memiliki “warisan” power spiritual dari leluhurnya.

Gambar diambil dari Hitungbazi.com

Agenda pemilihan pada hari rabu tanggal 27 juni 2018, seperti ini struktur energinya,

Gambar diambil dari Hitungbazi.com

Energi pada hari itu (pemilihan) sekilas diisi oleh logan, kayu, tanah, dan api. Namun ternyata kayu, api, dan tanah bergabung dan menciptakan api yang sangat besar.

Api yang sangat besar itu menekan si logam/sang pemimpin. Tanggal 27 juni 2018 adalah waktu yang buruk untuk duwe gawe. Siapa yang memilihkan hari ini untuk Pilgub? Siapapun “dia” karmanya sangat berat.

Pilgub Jatim 2018 adalah pertarungan si merah dengan kejeniusan. Calon wakil Gubernur sangat menentukan kemenangan. Jika tidak ada hal yang “menghalangi”, paslon Khofifah dengan Emil berpotensi lebih unggul.

Yang patut diwaspadai pilgub Jatim 2018 berpotensi menciptakan “oleng” pemerintahan. Ada pihak – pihak yang ingin menekan pemerintah.

Atau bisa jadi hal itu merupakan bagian dari skenario “Revolusi Spiritual Nusantara”. Kita ambil sisi positifnya, kiranya Jawa Timur tetap menjadi gudangnya ilmu dan penggerak kehidupan.

2 thoughts on “PILGUB JATIM 2018”

Leave a Comment